Daerah

Pemkot Bandung Bersiap Sambut Ramadan

Pemkot Bandung Bersiap Sambut Ramadan paragraf
paragraf.co/humaskotabandung

“Kami meminta bantuan ke aparatur kewilayahan juga kepolisian untuk membantu menegakkan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang K3 dan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima,”


Bandung | Paragraf | SALAH satu masalah yang terjadi saat Ramadan di Kota Bandung, yaitu munculnya Pedagang Kali Lima (PKL) musiman. Mencegah hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menegaskan akan memperketat pengawasan di sejumlah titik.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi mengungkapkan, pihaknya akan menyiagakan anggotanya di kawasan tujuh titik. Ketujuh titk tersebut yakni Jalan Kepatihan, Dalem Kaum, Dewi Sartika, Oto Iskandar Di Nata, Merdeka, kawasan Alun-alun, dan Jalan Asia Afrika. Selain itu,  Satpol PP juga akan mengawasi zona-zona merah lainnya.

“Kami meminta bantuan ke aparatur kewilayahan juga kepolisian untuk membantu menegakkan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang K3 dan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima,” tutur Taspen dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (15/5/2018).

Secara keseluruhan, ada 233 titik zona merah di Kota Bandung berdasarkan 10 kriteria dalam Perda, di antaranya, jalan nasional, jalan provinsi, sekitar rumah dinas para pejabat pemerintah provinsi dan pemerintah daerah (100 meter dari jarak terluar lokasi). Sementara itu, ada 290 titik Zona Kuning dan 62 titik Zona Hijau untuk berjualan.

Selain itu, Taspen juga berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menertibkan Mobil Toko (Moko) yang banyak beroperasi di Jalan Trunojoyo dan Jalan Diponegoro. Satpol PP akan menertibkan moko agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Satpol PP bertugas untuk mengamankan dagangannya. Nah mobilnya nanti akan diurus oleh Dishub karena Dishub yang bisa menggembok mobil. Kalau mobilnya melanggar parkir, artinya berhenti di tempat yang tidak diperbolehkan, itu bisa ditilang oleh kepolisian,” lanjut Taspen.

Tak hanya mempersiapkan pengamanan PKL, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga mengadakan berbagai kegiatan keagamaan untuk menyemarakan Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Setda Kota Bandung, Tatang Muchtar mengungkapkan, setidaknya ada tiga kegiatan yang ia persiapkan.

“Sebelum Ramadan kita sudah adakan silaturahmi ulama umaro di Pendopo Kota Bandung bersama Penjabat Sementara Wali Kota Bandung. Para ulama mengamanatkan untuk lebih mengkhusyukan ibadah di bulan Ramadan ini,” ungkap Tatang.

Selain itu, ada pula kegiatan tarawih keliling di 6 eks wilayah Kota Bandung. Tarawih keliling akan dilaksanakan di Kec. Regol pada 21 Mei 2018, di Kec. Arcamanik (25 Mei 2018), di Kec. Gedebage (28 Mei 2018), di Kec. Astanaanyar (31 Mei 2018), di Kec. Cidadap (4 Juni 2018), dan di Kec. Bandung Wetan (6 Juni 2018).

“Kita juga akan membagikan zakat profesi kepada 14.000 orang mustahik. Ada tim gorong-gorong dan kebersihan, ada linmas, dan lain-lain. Acaranya akan dilaksanakan di Masjid Al-Ukhuwah pada tanggal 30 Mei 2018 mendatang,” imbuhnya.

Sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung juga akan menggelar acara Buka Bersama On The Street seperti yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Rencananya, acara akan digelar di sepanjang Jalan Asia Afrika. ***

Comments
Ke atas