Daerah

Cagub Ridwan Kamil Gelar Open House

Ridwan Kamil Gelar Open House paragraf
paragraf.co

“Mohon maaf lahir dan batin, taqobbalalahu minna wa minkum, taqobbal yaa kariim, mudah-mudahan dengan ukhuwah islamiyah yang terjalin selama ini, menjadikan kita kembali suci di hari yang fitri,”


Bandung | Paragraf | Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil pagi ini menggelar open house di kediaman pribadinya di kawasan Cipaganti Kota Bandung. Acara open house dimulai sejak pukul 09.00 dan berakhir menjelang salat jumat, (15/06).

Pagi harinya, Ridwan Kamil bersama istrinya Atalia Praratya, melaksanakan salat ied, di Masjid Besar Ujungberung. Usai salat, Ridwan Kamil menyempatkan diri berkunjung ke alun-alun Ujungberung yang gambar desainnya merupakan karyanya saat menjabat Wali Kota Bandung.

Dari Ujungberung, Ridwan Kamil dan istri meluncur ke kawasan Cigadung untuk bersilaturahmi dengan ibunya Hj. Tjutju Sukaesih  atau yang kerap dipanggil Maci. Usai bersilaturahmi dengan Ibu dan saudara-saudaranya, Kang Emil bergegas ke kediaman di kawasan Cipaganti untuk agenda open house.

Sebelum open house dibuka, warga sudah tampak berkumpul di depan kediaman Ridwan Kamil. Petugas pun cukup sibuk mengatur agar warga tertib di antrian yang sudah disiapkan. Sekitar pukul 09.05, didahului sambutan dari Ridwan Kamil selaku tuan rumah, dan pembacaan doa, acara open house pun dimulai.

Dalam kesempatan open house ini Ridwan Kamil, dalam suasana Idulfitri ini menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jawa Barat, “Mohon maaf lahir dan batin, taqobbalalahu minna wa minkum, taqobbal yaa kariim, mudah-mudahan dengan ukhuwah islamiyah yang terjalin selama ini, menjadikan kita kembali suci di hari yang fitri,” ungkapnya.

Ridwan Kamil mengharapkan, dalam suasa idulfitri yang bersamaan dengan penyelenggaraan pilkada, apapun pilihan partai politik dan pilihan calon kepala daerah dalam pilkada, tidak mengurangi nilai persaudaraan diantara seluruh warga Jawa Barat.

Ia juga mengharapkan, meskipun bulan suci ramadan telah berlalu, namun semangat persaudaraan dan nilai-nilai kebaikan tetap terjalin. “Kita harus senantiasa merawat nilai-nilai kebaikan yang telah kita petik selama bulan ramadan, karena bulan suci ramadan adalah bekal kita selama 11 bulan kedepan. Jangan habis ramadan kita berantem dan bertengkar hanya karena perbedaan politik, tapi kita tetap damai, rukun, kompak. Insya Allah itu harapan saya untuk seluruh warga Jawa Barat,” ungkapnya.

Kang Emil juga mengenang saat-saat berkampanye di berbagai daerah di seluruh Jawa Barat yang berlangsung saat bulan suci ramadan, “Berkampanye saat bulan ramadan, selain menuntut kondisi fisik yang prima, saya juga kadang-kadag harus berada di kawasan pegunungan, kawasan pesisir, dan pedesaan. Berbuka puasa pun bisa dimana saja, di mobil, di jalan, bertemu dengan pedagang gorengan, disitulah kami berbuka. Kondisi ini tentu berbeda saat saya masih menjadi wali kota, dimana segala sesuatunya sudah dipersiapkan,” ungkapnya.

Namun, hikmahnya bagi Kang Emil adalah, semua yang dilakukannya tadi sebagai sebuah upaya perjuangan. “Setelah kita semua berjuang selama satu bulan lamanya di bulan suci ramadan, maka tanggal 1 syawal adalah hari kemenangan. Mudah-mudahan tanggal 27 Juni, kemenangan pun datang untuk pasangan RINDU,” pungkasnya. ***

Comments
Ke atas